|
[24/03/2005 16:18 WIB]
Halo Mba Daysi, apa kabar?
Saya lagi bingung nih. Tolong
dicarikan solusinya ya! Begini,saya
sedang cari-cari rumah yang tepat
untuk keluarga. Sejauh ini sih
sudah ada beberapa alternatif
pilihan. Cuma, saya belum berani
mengambil keputusan mana yang
akan saya beli. Saya masih ragu,jangan-jangan
nanti malah kecewa. Lantaran itu
saya ingin minta pendapat Mba
Daysi,hal-hal prinsip apa yang
harus diperhatikan ketika memilih
rumah?
Demikian Mba Daysi. Mohon maaf
jika pertanyaannya terlalu panjang.
Terimakasih banyak atas informasi
dan saran-sarannya.
Hilman H
Jawab :
Halo Mas Hilman yang sedang bingung
memilih rumah.. Jangan-jangan
ini Hilman Hariwijaya yang ngarang
Lupus ya? :)
Memilih rumah untuk ditinggali
keluarga sendiri tentu sedikit
berbeda dengan memilih rumah untuk
investasi murni, meskipun sedikit
banyak sama. Berikut ini aspek-aspek
yang sebaiknya dipikirkan matang-matang
saat memilih rumah:
1. KETERSEDIAAN WAKTU
Berapa waktu yang tersedia untuk
memilih rumah tinggal? Tanpa batasan
atau terbatas? Kadang karena ada
faktor-faktor tertentu, memiliki
rumah tinggal baru menjadi kebutuhan
yang mendesak, umpamanya karena
anda segera pindah ke kota baru,atau
rumah yang ditinggali saat ini
akan segera dikosongkan misal
karena dijual atau kontrakan hampir
habis,dll. Range waktu yang tersedia
akan menentukan luas pilihan apakah
Anda harus memilih rumah jadi
yang siap huni, atau bisa memilih
rumah yang sudah jadi tapi masih
perlu direnovasi, atau rumah yang
belum ready stock dari developer,
atau bahkan membeli tanah dan
membangun sendiri.
2. KEBUTUHAN RUANG
Anda juga harus menentukan sejak
awal, berapa luas rumah yang dibutuhkan.
Mulai dengan melihat keluarga
Anda, berapa jumlah orang yang
akan tinggal di rumah tersebut,
apa saja aktivitas yang biasa
dilakukan di rumah, berapa kendaraan,
dan jenis kendaraan apa yang dimiliki.
Itu nantinya menentukan jumlah
ruangan dan besarnya yang harus
dipenuhi rumah baru, sehingga
bisa efektif menampung aktivitas
Anda sekeluarga.
3. BUDGET DANA
Setelah tahu kebutuhan rumah
Anda, tentukan budget yang Anda
sediakan untuk keperluan ini.
Jika dana tunai terbatas, Anda
bisa memanfaatkan pinjaman kredit
yang disediakan bank, inipun harus
Anda hitung berapa dana tambahan
yang mungkin didapat dari bank
sesuai kemampuan penghasilan untuk
mengangsurnya tiap bulan. Jangan
lupa hitung dana cadangan yang
harus disiapkan untuk kemungkinan
pembenahan/renovasi rumah jika
memang belum sesuai kebutuhan
ruang Anda/kondisi perlu perbaikan,
cadangan dana untuk pindahan /
pembelian furniture baru. Dana
untuk keperluan transaksi kepemilikan
rumah(notaris,pajak,biaya-biaya
kpr jika kredit,dll).Sehingga
nantinya Anda akan dapat menempati
rumah baru dengan nyaman tanpa
dibebani secara finansial di belakang
hari. Dengan mengetahui budgetnya
anda dapat membatasi pilihan rumah
berdasarkan range harganya.
4. LOKASI
Dengan kombinasi aspek-aspek
tersebut di atas, Anda bisa melihat
kemungkinan lokasi yang sesuai
dengan budget dan kebutuhan. Anda
bisa mengunjungi pameran-pameran
estate atau menggunakan bantuan
broker properti jika membutuhkan
bantuan untuk menemukan alternatif
pilihan lokasi. Saat ini juga
sudah tersedia majalah/tabloid
yang banyak mengulas pilihan-pilihan
perumahan-perumahan dan permukiman,
diantaranya majalah "E"
dan tabloid "P".
a. Keamanan.
Apakah daerah tersebut
termasuk lokasi yang aman? Atau
terdapat jaminan keamanan 24 jam
dari penyedia rumah? Begitupun
jalur jalan menuju ke rumah tersebut?
Aman dari tindakan kriminal,aman
dari banjir, longsor, dan bahaya
lainnya. Kadang perumahan tersebut
tidak banjir, tapi jalur menuju
ke sana banjir,sehingga menyulitkan
untuk keluar masuk.Ini tentu juga
akan menyusahkan. Bagaimana tingkat
kebisingan udara dan pencemarannya.
Juga perhatikan kemungkinan dimasa
mendatang. Lokasi dekat pembuangan
sampah rawan pencemaran udara,
dan air tanah. Lokasi dekat terminal
rawan kejahatan, pencemaran udara,
dan bising. Lokasi terlalu dekat
jalur listrik tegangan tinggi
juga berpotensi terkena paparan
energi listrik dan magnetik yang
berbahaya untuk kesehatan dalam
jangka panjang.
b. Fasilitas
& Infrastruktur. Apa
saja fasilitas umum yang ada disekitar
rumah tersebut, sesuaikah dan
mudahkah mengaksesnya, sesuaikan
dengan kebutuhan dan aktivitas
keluarga. Pasar, sekolah, rumah
sakit, dan tempat ibadah misalnya.
Juga infrastruktur apa saja yang
tersedia, PDAM, sumur air bersih,
PLN, line telpon? Kalau air sumur
kurang memadai, sementara jalur
PDAM belum ada tentunya Anda harus
mengeluarkan biaya lebih misalnya
untuk membuka jalur PDAM (menarik
pipa dari jalur terdekat), kalau
listrik dayanya kurang, anda harus
mempertimbangkan penambahan daya.
c. Transportasi.
Jika Anda memiliki kendaraan
pribadi, pelajari rute-rute jalur
utama, jalur alternatif, bahkan
jalan tikus dari dan ke berbagai
tujuan Anda sehari-hari, kantor,
sekolah, dll. Berapa waktu yang
dibutuhkan, pertimbangkan jam
berangkat dan pulangnya. Ketahui
jam padat dan rawan macetnya,
sehingga Anda bisa mengetahui
apakah waktu Anda akan habis di
jalan ataukah akan ada cukup waktu
untuk beristirahat di rumah bersama
keluarga. Sebaiknya Anda mencoret
kemungkinan yang menyebabkan Anda,
istri, dan anak-anak harus berangkat
pagi sekali (jam5:30) dan tiba
malam hari (jam21:00) setiap hari
kerja. Hal itu akan mempengaruhi
kualitas hidup Anda sekeluarga.
Jika mengandalkan kendaraan umum,
perhatikan sarana transportasi
yang tersedia, mulai dari ojek,
becak, bemo/angkot, bajaj, minibus,
bis antar kota, kereta api. Dimana
mangkalnya, dimana terminalnya,
termasuk terminal bayangan, berapa
ongkos yang harus dikeluarkan
setiap hari, berapa lama waktu
tempuhnya, jam layanannya (jadwalnya),
sesuaikah dengan jadwal aktivitas
anda khususnya yang membutuhkan
ketepatan waktu.
5. LEGALITAS
Kalau sudah menemukan kecocokan,
sebelum bertransaksi, jangan lupa
cek legalitas dari rumah tersebut.
Sertifikat tanahnya (sebaiknya
lihat aslinya, baca isinya siapa
pemiliknya, apakah penjual memang
punya hak untuk menjual tanah/rumah
tersebut, berapa luas yang tercantum,
benarkah lokasinya), Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB)-sangat berguna
apakah rumah yang Anda beli "aman"
dari penggusuran atau pemotongan
lahan, dan salah satu syarat juga
jika akan menggunakan rumah tersebut
sebagai jaminan kredit. Bukti
Pembayaran Pajak tahun terakhir.
+ SENSE/INSTING
Kalau sudah menemukan beberapa
pilihan yang cocok, yang bingung
biasanya adalah menentukan mana
yang tepat. Sebetulnya biasanya
manusia punya sensitivitas untuk
mengetahui mana rumah yang "click"
dengan kita, indera keenam mungkin
istilahnya. Kalau Anda masih ragu-ragu
mungkin itu memang karena belum
"click" itu tadi.. tidak
mengambil keputusan juga bukan
langkah yang baik, kesempatan
kadang bisa hilang dalam hitungan
detik. Saya pribadi, dan beberapa
orang yang saya temui, meminta
bantuan Yang Maha Kuasa jika mengalami
kesulitan dalam memutuskan. Saya
tidak tahu apa keyakinan Pak Hilman,
tapi jika Anda orang yang percaya
pada Tuhan, mintalah padanya untuk
menunjukkan mana yang TERBAIK
untuk Anda sekeluarga di masa
datang, mintalah petunjuk yang
jelas, misalnya minta ditutup
jalan untuk rumah yang tidak akan
membawa berkah, dan melancarkan
jalan kepemilikan rumah yang baik
untuk Anda. Percaya atau tidak,
saya pernah dihadapkan pada pilihan
yang berat untuk memilih rumah.
Sama-sama menguntungkan secara
ekonomi dan memenuhi kebutuhan
saya, ternyata sesudah berdoa,
jalan ke semua pilihan rumah tersebut
ternyata "ditutup",
satu rumah tidak jadi dijual oleh
pemiliknya, satu lagi sudah di"book"
oleh orang lain. Saya sangat kecewa,
tapi ternyata dalam waktu singkat,
saya menemukan tanah selain strategis
lokasinya, luas, dan juga sangat
murah, sehingga saya bisa membangun
rumah yang benar2 sesuai dengan
kebutuhan dan selera keluarga
di atasnya, tepat waktu dan on
budget. Semuanya berjalan sangat
lancar. Who knows?
Jika Anda sudah memutuskan. tetapkan
niat Anda, jangan lagi melihat
kiri-kanan, kalaupun ada kekurangan,
berusahalah menjadikan rumah Anda
tersebut rumah yang nyaman dan
menyenangkan bagi keluarga Pak
Hilman. Selamat hunting!
|