|
[24/03/2005 16:18 WIB]
Halo Mba Daysi, apa kabar?
Apa betul bata merah lebih baik
dibandingkan batako? Kenapa begitu?
Kemudian apakah setiap developer
itu membangun berdasarkan pertimbangan
arsitektur atau sekedar membangun
saja?
hihi_nih@xxxxxx.com
Jawab :
Berikut adalah beberapa perbandingan
batako dan bata merah:
1. Bata merah lebih kuat dibandingkan
batako, karena dimensi batako
lebih besar daripada bata merah,dan
karena ada rongga di dalam batako,
kecuali rongga tersebut diisi
semen sehingga nilai kedap suara
batako rendah.
2. Bata merah memiliki sifat
insulasi panas yang lebih bagus
sehingga bangunan dengan bata
merah lebih tidak panas dibanding
batako.
3. Batako lebih hemat biaya daripada
bata merah dari segi waktu pemasangan,
jumlah adukan yang dipakai, serta
harga per m2(yang ini tergantung
lokasi,kadang bata merah bisa
lebih murah per m2 untuk daerah
yang sulit ditemukan batako).
4. Bila diekspose/tidak diplester,
batako memberikan texture dinding
yang lebih rapi dibanding bata
merah. Meskipun begitu jika memang
sengaja diekspose, bata merah
bisa memberikan hasil yang lebih
artistik natural karena warna
merah tanahnya, sementara batako
ekspose memberi kesan struktural
beton karena warna abu-abunya.
Bata merah yang diekspose membutuhkan
ketelitian dalam pemasangannya,
karena itu menjadi rumit dan lama.
5. Image masyarakat akan batako
adalah bahan bangunan kelas dua
terkadang membuat nilai jual kembali
rumah yang dibangun dengan bahan
batako menjadi jatuh.
Mengenai pertanyaan tentang developer.
Seyogyanya mereka mempertimbangkan
aspek arsitektur agar bangunan
tersebut diminati, karena harus
sesuai dengan selera dan kebutuhan
masyarakat. Meskipun begitu tidak
bisa dipungkiri, saya sering melihat
brosur estate yang rumahnya hanya
memperhatikan sebagian aspek arsitektur
saja, sehingga ada beberapa bagian
rumah yang sangat tidak sehat
maupun tidak sesuai dengan ukuran
standard kebutuhan manusia, sehingga
rumah tersebut menjadi tidak nyaman
meskipun mungkin indah di luar.
Beberapa developer mungkin tidak
menggunakan jasa arsitek karena
terdapat begitu banyak denah di
pasaran yang bisa dicopy dan dikembangkan
sendiri, tapi tanpa mengetahui
detail konsepnya sehingga bangunan
yang ditampilkan akhirnya menjadi
tidak nyaman,dan menimbulkan biaya
tambahan bagi penghuninya untuk
memperbaiki atau menambahkan alat
bantu extra.
|