|
[29/11/2005 20:48 WIB]
Mba Daysi, mau tanya nich
1- Gimana sih menentukan daya
lampu yang digunakan, cara menghitung
pencahayaan / ruangan shg ruangan
itu cukup cahaya (tdk gelap atau
terlalu terang).
2- Faktor pendukung kecukupan
cahaya.
Terima kasih atas kesediaannya
membantu
Abu Adzkia
Jawab :
Pak Abu Adzkia,
Secara general, dalam penentuan
besar watt lampu yang terutama
adalah dengan mempertimbangkan
luas area/ruangan yang ingin diterangi.
Dengan menggunakan rumus luas
ruangan x 1,5 akan didapat besar
watt lampu yang bisa memberikan
cahaya yang cocok dengan ruangan
tersebut (rumus sederhana untuk
ruangan dengan tinggi 3-4m). Untuk
ruangan yang berbentuk persegi
empat tentunya dengan mengalikan
panjang ruangan dan lebar ruangan
untuk mendapatkan luas ruangan
baru dikalikan 1,5, dan didapatlah
penerangan yang tidak terlalu
gelap dan tidak terlalu terang.
Tentu saja selain faktor luas
ruangan masih ada faktor-faktor
lain yang menentukan dalam pemilihan
lampu (baik besar watt maupun
jenis lampu), diantaranya penempatan
(sudut/arah cahaya), rumah lampu
(reflector,dll), lingkungan ruang
seperti warna dinding/plafond/lantai
(putih atau warna muda akan membuat
ruang lebih terang dibanding warna
gelap) dan bahan dinding/plafond
- misalnya adanya cermin yang
bisa memantulkan/menduplikasi
cahaya, pencahayaan alami, serta
aktivitas yang dilakukan di ruang
tersebut. Perlu diperhatikan pula
rumah/ruangan untuk orang usia
lanjut cenderung membutuhkan pencahayaan
yang lebih terang.
Berikut sebagian gambaran pencahayaan
untuk beberapa jenis ruang:
Ruang tamu: Pencahayaan di malam
hari bisa dibagi dua, yaitu pencahayaan
yang dibuat merata yang berfungsi
menerangi keseluruhan ruang saat
menerima tamu, dan pencahayaan
setempat (misalnya hanya fokus
pada sofa dan meja saja) yang
hanya dinyalakan jika ruang tamu
kosong.
Ruang tidur: Sebaiknya menggunakan
dimmer switch, agar bisa mengatur
terang yang diinginkan dengan
cukup memutar switchnya saja.
Jika tidak maka bisa digunakan
dua macam lampu, lampu redup dengan
warna kuning untuk waktu tidur,
dan lampu putih yang lebih terang
saat berganti baju, membaca atau
berhias. Tentunya perletakan lampu
di ruang tidur perlu diperhatikan
agar tidak menimbulkan silau yang
tidak perlu akibat kekeliruan
penempatan yang mengakibatkan
sudut datang cahaya langsung ke
arah subyek (orang). Untuk meja
rias sebenarnya ada pencahayaan
khusus yang saat ini tidak saya
bahas di sini.
Ruang keluarga : Bisa menggunakan
dimmer switch atau menggunakan
lebih dari satu sumber penerangan,
untuk lampu redup (tapi juga tidak
terlalu gelap karena menonton
TV dalam suasana gelap dapat membuat
mata lelah) bisa digunakan saat
menonton TV, lampu terang yang
merata untuk saat bercengkrama
dengan keluarga terutama jika
anak-anak bermain disini. Lampu
baca bisa diletakkan di ruang
keluarga atau memanfaatkan lampu
yang sama yang digunakan untuk
menerangi ruang keluarga secara
merata.
Saat siang hari, tentu saja sebaiknya
cukup menggunakan penerangan alami,
karena itu adalah sumber penerangan
terbaik bahkan ahli fotografipun
mengakui efek pencahayaan terbaik
didapat dari penerangan alami.
Oleh karena itu cermatlah mendesain
ruangan agar tidak ada ruangan
yang kurang mendapatkan cahaya
pada siang hari. Anda bisa memanfaatkan
jendela, pintu kaca, dinding glassblock,
atau skylight untuk memasukkan
cahaya ke dalam setiap sudut ruang
di rumah, termasuk ke kamar mandi
yang kadang terabaikan. Hemat
energi dan rumahpun lebih sehat.
Semoga gambaran umum di atas
bisa menjawab pertanyaan Bapak,
selamat merancang penerangan di
rumah..
|