|
[13/01/2006 12:28 WIB]
Mbak Daysi yang baik,
Saya ucapkan salam kenal dari
kami di Jepang dan senang rasanya
menemukan web anda karena kebetulan
saat ini kami sedang pusing bagaimana
memulai membangun rumah yang baik
dengan pengalaman dan pengetahuan
kami yangh minim tentang hal tsb.
Kami berencana membangun rumah
di Kota Malang diatas tanah seluas
300 m2 , diatas kertas kami sudah
membuat coret-coretan sendiri
untuk rumah idaman 2 lantai termasuk
letak kamar, pintu dll. Tentu
kami bertanya-tanya apakah gambar
kami tsb betul secara arsitektur
bangunan, sehat dan tepat ukurannya.
Untuk itu saya lampirkan rancangan
kami dalam attached file.
Selain itu kami ingin sekali
memaksimalkan atap sebagai roof
garden (untuk pot bunga atau aquakultur).
Bagaimana bagusnya mbak? Apakah
harus di cor semua atap rumah?
Dan selanjutnya apa yang harus
kami lakukan? Apakah biasanya
mandor bangunan bisa paham dengan
pemikiran kami?
Itu dulu pertanyaan dari kami,
saran, ide dan masukkannya sangat
kami tunggu.
Terimakasih.
Ulfa dan Boga - Jepang
Gambar
sketsa Ulfa dan Boga lihat di
sini
Jawab :
Desain yang dibuat secara garis
besar sudah baik dan sehat, sedikit
koreksi yang dimaksud dengan void
di arsitektur adalah "lubang"
yang terdapat pada sebuah lantai
bangunan. Jadi benar jika pada
lantai 1 terdapat taman, maka
di denah lantai 2 nya tepat di
atas taman lantai 1 tersebut terdapat
void/lubang untuk memasukkan cahaya
dan untuk sirkulasi udara. Sementara
balkon bukanlah void, seperti
halnya atap dari lantai 1 (yang
pada denah lantai 2 disebut void,
itu jelas bukan void. Mungkin
yang dimaksud Ulfa dan Boga untuk
kedua point terakhir adalah dek
beton?
Pengorganisasian ruang juga sudah
baik sekali, meskipun saya sendiri
kurang faham alasan mengapa ada
berbagai macam ukuran kamar. Terutama
untuk kamar terkecil di pojok
belakang rumah, dan kamar yang
berbentuk L karena adanya kamar
mandi dalam di bagian depan rumah.
Sementara pintu semua menghadap
ke dalam jadi saya asumsikan kamar
yang kecil tersebut bukanlah kamar
asisten/pembantu. Mungkin Ulfa
dan Boga memiliki alasan tersendiri
mengapa ukuran kamarnya berbeda-beda.
Meskipun begitu saya ingin sedikit
memberikan usulan denah yang tidak
jauh dari desain Ulfa dan Boga,
hanya menyeragamkan beberapa ukuran
kamar, dan seluruh kamar di lantai
1 berbentuk persegi empat, kemudian
sedikit meperluas taman dalam
agar lebih banyak udara dan cahaya
yang bisa lewat, menambah tangga
menuju lantai 2, serta mendesain
letak taman atap di lantai 2 (saya
kurang tahu berapa luasan yang
anda perlukan untuk taman atap/roof
garden ini). Sebagai alternatif
desain, maka kamar mandi dalam
di lantai 1 saya desain berbentuk
linear, dengan closet duduk di
sudut yang satu, dan ruang shower
(bisa juga diganti bathtub) di
sudut lainnya.
Pembuatan roof garden khususnya
untuk tanaman dalam pot ataupun
penanaman tanaman ground cover
dan rumput -rumputan langsung
di atap memang disarankan menggunakan
dak dari beton cor. Dak beton
tersebut setelah dicor kemudian
dilapis dengan waterproofing.
Meskipun sudah kedap air, berikan
lembaran plastik atau karet anti
bocor serupa karpet untuk perlindungan
ekstra, dan di atasnya baru ditaburi
batu apung atau pecahan genteng
setebal +/- 5cm, baru ditutup
dengan media tanam setebal +/-
15cm. Media tanam ini bisa langsung
ditanami rumput dan tanaman jenis
ground cover. Sementara untuk
tanaman yang lebih besar ditaruh
dalam pot yang kemudian jika potnya
ditanam, maka paling dalam pot
tersebut adalah di atas lapisan
batu apung. jangan lupa membuatkan
saluran drainage. Supaya saluran
drainage tersebut tidak buntu
oleh batu apung dan media tanam
yang terikut bersama air siraman,
jangan lupa diberi saringan penutup.
Gambar
denah saran lihat di sini
|